icon-bbm

|

Fitur Pada Suspensi Sepeda Gunung

Seperti yang kita tau, fork adalah bagian sepeda yang sangat penting. yaitu untuk meredam setiap benturan yang terjadi antara ban dan permukaan lintasan. Namun taukah Anda, ternyata ada beberapa fitur yang ada pada suspensi sepeda gunung? berikut Serba Sepeda rangkum fitur pada suspensi sepeda gunung.

Sistem Preload Pada Suspensi Sepeda

fitur pada suspensi yang pertama adalah Preload. Biasanya pada fork sepeda gunung akan ditemukan tanda plus (+) dan minus (-) yang di namakan preload. Tanda plus dan minus mempunyai fungsi untuk mengatur keras lembutnya suspensi atau rebound (posisi ketika shock kembali naik keatas setelah terjadinya tekanan pada suspensi.)

  • Tanda Plus (+) artinya menahan lebih lambat naik kembali.
  • Tanda Minus (-) artinya tidak menahan lagi posisi naik dan langsung dilepas untuk kembali ke posisi semula.

Setting plus ini biasanya digunakan ketika menghadapi jalan lebih mulus dan rata dengan sedikit hambatan karena dapat menahan shock depan tidak banyak bergerak. Setting ini akan membuat tangan lebih nyaman ketika shock memantul kembali karena gerakan shock akan memantul sedikit lebih lambat tertahan oleh sistem rebound dari fork.

Sebaliknya, settingan minus ini sangat berguna dan aman ketika menghadapi jalan yang sangat tidak rata seperti jalur berbatu dan kontur jalan yang jelek. Karena shock akan agresif memantul ke posisi asal untuk meredam getaran.

Dianjurkan setting plus dan minus hanya mencapai 90% putaran dari titik tengah, tidak secara penuh memutar penahan suspensi shock depan, sisakan sedikit sehingga shock tidak terlalu tertahan oleh rebound atau tidak langsung melesat naik tanpa penahan rebound.

Sistem Lockout Pada Suspensi Sepeda

(Sistem Lockout pada fork depan sepeda gunung)

(Sistem Lockout pada shockbreaker sepeda gunung)

Ketika mulai rajin menjalani hobi baru bersepeda, banyak orang mencoba berbagai lintasan. Setelah trek aspal baik turunan, landai maupun tanjakan sudah terasa membosankan, medan cross country (XC) yang berbatu dan berlumpur menjadi tantangan baru. Kedua trek tersebut, memang idealnya memerlukan dua jenis sepeda yang berbeda. Lintasan aspal dengan tanjakan dan turunan, butuh MTB fully rigid, alias sepeda tanpa suspensi. Sementara trek XC yang tidak rata lebih nyaman bila diterabas dengan sepeda bersuspensi ganda.

Masalahnya, dalam sekali jalan, sering muncul keinginan melintas di kedua lintasan tersebut. Haruskah menyiapkan dua sepeda untuk keperluan itu? Jawabnya tidak perlu.

Beberapa pabrikan suspensi sepeda, baik untuk garpu depan (front suspension) maupun suspensi belakang (rear suspension), menyediakan produk yang memiliki fitur kuncian (lock). Fitur lock ini terdapat di bagian atas fork yang berbentuk saklar dan dapat di adjustable. Bila kedua suspensi sepeda fulsus dikunci, maka fungsi suspensinya akan dimatikan, artinya sepeda fulsus tersebut tak ubahnya seperti sepeda rigid.

Fitur pada suspensi lockout ini biasanya digunakan untuk pemakaian di jalan rata, agar memperpanjang umur pegas suspensi. Untuk menghadapi tanjakan disarankan untuk mengunci suspensi depan agar tidak bekerja naik dan turun.

Hal ini dengan tujuan, energi dan tenaga Anda tidak terbuang percuma saat Anda berdiri di atas pedal untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat. Suspensi yang di lock, membuat energi ketika Anda mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank. Untuk Fork yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya Anda tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.

Cek suspensi sepeda di sini

Sumber ; http://gowesermugati.blogspot.com/2014/02/fork-sepeda.html

 

Artikel Terkait