icon-bbm

|

Mengenal Suspensi dan Fitur-fiturnya

Mengenal Suspensi dan Fitur-fiturnya

Sepeda gunung adalah sepeda yang khusus digunakan untuk berbagai medan yang ekstrim seperti banyaknya lompatan, jalan yang berbatu dan tidak rata, dan juga banyaknya halangan yang ada. Sehingga membutuhkan bagian sepeda yang terbaik dan juga kokoh sehingga akan lebih nyaman digunakan. Salah satu hal penting yang ada pada bagian sepeda gunung adalah suspensi. Suspensi sepeda gunung adalah bagian yang dapat mengurangi getaran dan guncangan ketika sepeda melintasi jalan yang tidak rata, sehingga membuat pengendara sepeda tetap nyaman juga membuat roda tetap berpijak dengan tanah ketika melewati jalan tanjakan, turunan, dan jalan berbatu.

Ada beberapa suspensi sepeda gunung yang sudah banyak dikenal masyarakat diantaranya yaitu:

  • Coil Suspension

Coil Suspension adalah suspensi yang terbuat dari besi atau metal campuran, Per yang biasa kita temui pada sepeda gunung. Elastisistas kekuatannya tergantung dari bentuk dan material coilnya. coil suspension memiliki sifat berbanding lurus, yang artinya jika perlu 30 kg untuk menekan per sejauh 5 mm, maka 60 kg akan menekan per sejauh 10 mm.

Coil suspensi ini lebih sederhana mekanismenya, tidak menggunakkan banyak seal untuk membuatnya kedap udara. Seal adalah karet di fork yang berfungsi mencegah masuknya debu kedalam stanchion serta mencegah oli keluar dari tabung suspensi. Semakin banyak seal akan mengurangi tingkat kepekaannya. Sehingga coil suspension ini lebih peka pada guncangan kecil, dan membuatnya lebih enak dikontrol. Coil suspension juga tahan terhadap perubahan cuaca panas dan dingin, serta lebih gampang perawatannya.

  • Air Suspension

Air Suspension ini adalah suspensi yang terbuat dari udara yang berada dalam sejenis tabung tertutup (chamber). Elastisistas kekuatannya tergantung dari jumlah udara yang berada di dalam chamber. Air suspension memiliki sifat tekanan yang tidak berbanding lurus, artinya semakin dalam tertekan semakian kuat tekanan yang dibutuhkan. Contoh: jika perlu 30 kg untuk menekan chamber sejauh 5 mm, maka untuk menekan sejauh 10 mm diperlukan 80 kg, untuk menekan 15 mm diperlukan 160 kg.

Air suspension ini sangat menarik karena bobotnya yang ringan, dan sangat mudah untuk di adjust. Pengurangan dan penambahan udara dengan pompa dilakukan untuk mengatur  kekuatan air suspension. Suspensi ini bentuk dalamnya lebih kompleks, karena memerlukan chamber yang kedap, perlu dipasang banyak seal-seal, agar tidak terjadi kebocoran. Banyaknya seal membuat air suspension lebih susah untuk perawatannya. Suhu juga akan membuat udara pada chamber memuai atau menyusut, sehingga jika terjadi perubahan suhu yang cukup signifikan, maka air suspension ini harus disetting lagi agar kembali ke setelan awal.

Fitur Pada Suspensi Sepeda Gunung

Seperti yang kita tau, fork adalah bagian sepeda yang sangat penting. yaitu untuk meredam setiap benturan yang terjadi antara ban dan permukaan lintasan. Namun taukah Anda, ternyata ada beberapa fitur yang ada pada suspensi sepeda gunung? berikut Serba Sepeda rangkum fitur pada suspensi sepeda gunung.

  • Preload

Fitur pada suspensi yang pertama adalah Preload. Biasanya pada fork sepeda gunung akan ditemukan tanda plus (+) dan minus (-) yang di namakan preload. Tanda plus dan minus mempunyai fungsi untuk mengatur keras lembutnya suspensi atau rebound (posisi ketika shock kembali naik keatas setelah terjadinya tekanan pada suspensi.)

  • Tanda Plus (+) artinya menahan lebih lambat naik kembali.
  • Tanda Minus (-) artinya tidak menahan lagi posisi naik dan langsung dilepas untuk kembali ke posisi semula.

Setting plus ini biasanya digunakan ketika menghadapi jalan lebih mulus dan rata dengan sedikit hambatan karena dapat menahan shock depan tidak banyak bergerak. Setting ini akan membuat tangan lebih nyaman ketika shock memantul kembali karena gerakan shock akan memantul sedikit lebih lambat tertahan oleh sistem rebound dari fork.

Sebaliknya, settingan minus ini sangat berguna dan aman ketika menghadapi jalan yang sangat tidak rata seperti jalur berbatu dan kontur jalan yang rusak. Karena shock akan agresif memantul ke posisi asal untuk meredam getaran.

Dianjurkan setting plus dan minus hanya mencapai 90% putaran dari titik tengah, tidak secara penuh memutar penahan suspensi shock depan, sisakan sedikit sehingga shock tidak terlalu tertahan oleh rebound atau tidak langsung melesat naik tanpa penahan rebound.

  • Lock Out

(Sistem Lockout pada fork depan sepeda gunung)

(Sistem Lockout pada shockbreaker sepeda gunung)

Ketika mulai rajin menjalani hobi baru bersepeda, banyak orang mencoba berbagai lintasan. Setelah trek aspal baik turunan, landai maupun tanjakan sudah terasa membosankan, medan cross country (XC) yang berbatu dan berlumpur menjadi tantangan baru. Kedua trek tersebut, memang idealnya memerlukan dua jenis sepeda yang berbeda. Lintasan aspal dengan tanjakan dan turunan, butuh MTB fully rigid, alias sepeda tanpa suspensi. Sementara trek XC yang tidak rata lebih nyaman bila diterabas dengan sepeda bersuspensi ganda.

Masalahnya, dalam sekali jalan, sering muncul keinginan melintas di kedua lintasan tersebut. Haruskah menyiapkan dua sepeda untuk keperluan itu? Jawabnya tidak perlu.

Beberapa pabrikan suspensi sepeda, baik untuk garpu depan (front suspension) maupun suspensi belakang (rear suspension), menyediakan produk yang memiliki fitur kuncian (lock). Fitur lock ini terdapat di bagian atas fork yang berbentuk saklar dan dapat di adjustable.

Fitur pada suspensi lockout ini biasanya digunakan untuk pemakaian di jalan rata, agar memperpanjang umur pegas suspensi. Untuk menghadapi tanjakan disarankan untuk mengunci suspensi depan agar tidak bekerja naik dan turun.

Hal ini dengan tujuan, energi dan tenaga Anda tidak terbuang percuma saat Anda berdiri di atas pedal untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat. Suspensi yang di lock, membuat energi ketika Anda mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank. Untuk Fork yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya Anda tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.

  • Rebound

Rebound berfungsi untuk mengatur kecepatan tendang balik suspensi/per ke posisi semula. Saklar rebound ini bisa terletak di atas atau bawah dari kaki fork sebelah kanan. Biasanya ditandai dengan tanda plus – min atau rabbit – turtle. Tanda tersebut digunakan untuk pengaturan kecepatan naik turunnya shock sepeda, tepatnya sebagai peredam kecepatan shock ketika mengalami dekompresi.

Jika setting rebound diatur pada minimum, maka suspensi akan pelan untuk kembali, dan jika terlalu cepat bisa membuat ban kehilangan traksi dengan permukaan. Jika diatur pada settingan maksimum, maka suspensi akan sangat cepat kembali ke posisi awal bisa mengurangi penyerapan getaran atau guncangan.

Gambar di bawah adalah contoh pengaruh pengaturan rebound suspensi sepeda terhadap performa sepeda pada jalan bergelombang.

Garis hijau adalah tinggi suspensi sepeda (B), garis biru adalah permukaan ban sepeda (A)

Rebound suspensi sepeda terlalu lambat

Pada rebound yang terlalu lambat, terjadi hilangnya kontak antara ban dengan permukaan, mengurangi kontrol terhadap sepeda.

Rebound suspensi sepeda terlalu cepat

Pada rebound yang terlalu cepat, ban sepeda terpantul ke atas, sepeda akan terasa terguncang. Dan juga terjadi sedikit hilang kontak antara ban dengan permukaan.

 

Rebound suspensi sepeda yang optimum

Pada rebound yang optimum, ban sepeda selalu menempel di permukaan tanah, memberikan kontrol sepeda yang maksimal.

  • Compression

Compression berfungsi untuk mengontrol kecepatan redaman suspensi saat mendapatkan beban. Ini terjadi saat melakukan pengereman, akselerasi, dan melewati polisi tidur. Terlalu banyak compression, sepeda akan terasa keras dan tidak nyaman. Sebaliknya, jika compression damping terlalu sedikit, sepeda akan terasa loncat-loncat ketika terkena guncangan.

Sumber ;

Artikel Terkait