icon-bbm

|

Jenis Jenis Rem Sepeda

Rem sepeda adalah bagian dari sepeda yang berfungsi untuk menahan perputaran roda untuk mengurangi atau menghentikan kecepatan sepeda.  Ada berbagai macam jenis rem sepeda yang ada di dunia ini.  Banyaknya jenis rem ini dikarenakan perbedaan fungsi sepeda. Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat variasi rem menjadi semakin banyak. Nah, apa saja sih jenis rem sepeda yang biasa dipasang pada sepeda? Yuk kita simak artikelnya.

1. Rem Coaster / Rem Torpedo

Coast sendiri artinya adalah meluncur dengan kondisi pedal diam. Rem coaster atau back pedal brake juga sudah lama dipakai, biasanya dipakai oleh sepeda anak, sepeda kota, dan sepeda santai yang biasa dipakai untuk kecepatan rendah, dan tidak bisa dipakai pada sepeda yang memiliki gigi (multi gear) belakang (kecuali sistem gear ada di dalam hub). Sepeda dengan rem coaster mempunyai tambahan metal yang dipasang di chainstay. Ketika kita mengayuh pedal ke belakang, maka putaran roda belakang akan semakin pelan sampai berhenti. Memutar pedal ke belakang dan memposisikannya pada posisi datar atau horizontal akan menciptakan gesekan di dalam hub yang akan memperlambat sepeda, memutar lebih jauh ke belakang bisa mengunci hub sepeda yang membuat roda tidak berputar lagi. Mekanismenya sederhana, tidak ada kabel, tidak ada tuas rem, dan sangat mudah perawatannya. Tetapi rem coaster ini hanya berfungsi pada roda belakang. Risiko rem coaster ini adalah, sepeda bisa slip ketika roda belakang berhenti secara tiba-tiba. Sepeda dapat meluncur dengan kondisi pedal diam, tetapi roda sepeda tidak bisa dikayuh ke belakang, karena akan mengaktifkan rem sepeda.

Gambar di atas adalah isi di dalam hub sepeda dengan rem coaster. Pada saat sepeda dikayuh ke belakang (sprocket berputar ke belakang), clutch akan bergeser ke kiri dan menjepit kampas rem untuk menahan perputaran roda. Jika dikayuh ke depan, maka clutch akan bergeser ke kanan menjauh dari rem, sehingga roda bebas bergerak. Brake arm gunanya untuk menahan posisi hub agar tidak ikut berputar ketika pengereman.

Kelebihan:

  • Tidak terpengaruh cuaca dan hujan, mempunyai kekuatan yang sama pada saat hujan atau basah amaupun kering.
  • Rem coaster tidak harus dirawat dan diservice sesering rem lainnya.
  • Tidak ada kabel rem, membuat tampilan sepeda lebih simple dan bersih
  • Cocok untuk orang yang memiliki keterbatasan kekuatan atau penggunaan tangan pada sepeda

Kekurangan:

  • Aneh jika belum terbiasa, harus berhati-hati untuk menghindari kecelakaan
  • Sepeda sering slip atau ngepot jika di rem kuat
  • Jika rantai lepas atau rusak, maka rem coaster tidak berfungsi lagi
  • Lebih gampang panas dan overheating jika dipakai terus menerus
  • Memperbaikinya lebih susah karena struktur rem yang lebih kompleks
  • Rem coaster tidak compatible dengan gigi belakang, hanya untuk single speed
  • Sepeda dengan rem coaster biasanya tidak memiliki rem lain, sebaiknya tambahkan rem depan pada sepeda agar lebih aman

2. Drum Brake

Rem drum adalah rem yang dioperasikan dengan tangan, dimana kampas rem atau kanvas rem akan menekan ke dinding bagian dalam drum atau tabung. Dulu drum brake sangat banyak dipakai pada kendaraan bermotor, sebelum digantikan oleh disc brake karena lebih murah dan simple. Drum brake banyak dipakai di negara yang sering hujan, karena performa drum brake tidak terpengaruh pada keadaan basah.

Drum brake bisa terdapat di dalam hub roda sepeda, atau bisa juga dipasang di sebelah hub (biasanya sebelah kiri). Drum brake yang dipasang di roda depan bisa digabung dengan generator hub lampu sepeda, dan untuk drum brake belakang bisa digabung dengan internal hub gearing.

Pada kendaraan bermotor, drum brake menggunakan piston hidrolik, tetapi pada sepeda menggunakan kabel.

Di dalam drum brake, terdapat dua kampas rem yang berhadapan dalam posisi seperti lingkaran. Ketika rem ditekan, akan menarik kabel, dan kabel akan menarik kampas rem ke arah dinding drum, menghasilkan gesekan untuk menghentikan laju roda sepeda. Ketika rem dilepas, rem drum memiliki per di dalamnya yang akan menarik kampas rem menjauh dari dinding drum.

Kelebihan:

  • Tidak terpengaruh cuaca, lumpur dan air
  • Tidak merusak dan terpengaruh bentuk rim atau velg sepeda, walaupun ada pasir atau lumpur atau velg sepeda yang bengkok
  • Tidak membuat velg dan ban menjadi panas ketika drum brake digunakan
  • Bentuknya tidak harus mengikuti roda atau frame, sehingga bisa menjadi pilihan rem pada bentuk sepeda tau roda yang tidak umum

Kekurangan:

  • Bobotnya berat.
  • Semakin kecil drum brake, semakin lemah kekuatan pengeremannya dan semakin cepat panas
  • Jika drum brake terlalu kuat, dapat membuat fork menjadi bengkok

3. Rem sepeda fix gear / Rem Doltrap

Sepeda dengan fixed gear atau sepeda fixie tidak mempunyai freewheel yang artinya selama roda belakang berputar, pedal akan terus berputar. Sepeda fixie tidak bisa melakukan coasting, pedal akan selalu berputar selama roda belakang berputar, tetapi hal ini membuat sepeda fixie bisa dikayuh mundur. Banyak sepeda fixie yang tidak memiliki rem, untuk tampilan yang sangat simple, dan juga kadang memang tidak membutuhkan rem karena hanya dipakai untuk kecepatan rendah. Mengurangi kecepatan putaran pedal akan mengurangi kecepatan sepeda. Untuk menghentikan sepeda fixie, pedal sepeda harus berhenti juga. Sepeda fixie memiliki banyak trik khusus untuk menghentikan sepeda, ada yang sambil mengangkat-angkat roda belakang, ada yang memang sambil berdiri di pedal untuk menahan putaran pedal sampai sepeda ngepot atau skid, dan masih ada banyak trik lagi. Untuk keselamatan, sangat dianjurkan untuk menambahkan rem depan pada sepeda fixie.

4. Rim Brake

Sesuai namanya rim brake bekerja dengan menekan dan menahan rim atau velg sepeda untuk mengurangi dan menghentikan putaran roda sepeda. Sistem rim brake sudah dipakai sejak lama, terus dikembangkan, dan masih menjadi rem pilihan pada sepeda sekarang ini. Rim brake menjepit rim atau velg sepeda mengikuti lingkaran rim, sehingga membutuhkan gaya atau tekanan yang lebih kecil daripada hub brake yang berada di pusat roda. Secara fisika, rim brake merubah energi kinetik (sepeda yang bergerak) menjadi panas (gesekan pada rim). Panas akibat gesekan dari pad rem atau kampas rem sebagian akan diserap oleh velg sepeda. Dibandingkan dengan hub atau disc brake yang bentuknya lebih kecil dari velg sepeda, maka penyebaran panas akan lebih baik dibandingkan dengan hub atau disc brake. Sehingga rim brake baik untuk dipakai pada sepeda kecepatan tinggi, atau untuk perjalanan yang panjang pada kondisi kering.

Jenis-jenis rim brake:

  • Cantilever brake

Jenis rem yang pertama kali dipakai pada rim brake. Rem cantilever memiliki dua lengan (arm), dengan posisi kampas dan kaitan kabel yang sama pada kedua lengan. Dimensi kedua lengan sama, dengan bentuk sama hanya berlawanan arah (seperti terlihat pada cermin). Setiap lengan terpasang pada frame atau fork, pada kedua sisi rim sepeda. Kedua lengan terhubung dengan kabel menuju satu titik yang sama, lalu tersambung ke tuas rem. Ketika rem ditarik, maka kedua lengan akan tertarik bersamaan ke dalam dan menjepit rim sepeda.

Rem jenis Cantilever Brake- Tektro CR 720

  • Caliper brake

Jenis rim brake yang memiliki mekanisme sendiri pada strukturnya, dipasang dengan satu baut pada rangka sepeda di atas roda. Bentuk lengannya tersambung, sehingga terlihat menutupi bagian atas roda sepeda.

  • Single Pivot atau Sidepulls:kedua lengan (arm) caliper terhubung pada satau titik pivot yang berada di tengah caliper. Kedua lengan ditarik bersamaan melalui kabel pada salah satu sisi lengan.

Rem Sepeda Rim Brake Caliper Single pivot atau sidepull

  • Dual Pivot: terlihat sama dengan single pivot, tetapi setiap lengan memiliki titik pivotnya sendiri. Satu lengan memiliki titik pivot di tengah, satu lengan lagi di samping (conventional). Atau kedua lengan memiliki titik pivot di samping (symmetric).  Kedua lengan ditarik bersamaan melalui kabel pada salah satu sisi lengan.

Rem Sepeda Rim Brake Caliper Dual pivot Conventional

  • Center Pull:Kedua lengan terhubung pada kabel yang sama yang akan ditarik ke atas untuk pengereman, setiap lengan memiliki titik pivot di arah berlawanan di atas roda.

Rem Sepeda Rim Brake Caliper Centerpull

  • V Brake

V brake adalah nama atau hak paten dari Shimano untuk rim brake, atau sering disebut juga sebagai direct-pull brake. Setiap lengan memiliki titik pivot yang berfungsi juga sebagai tempat menempel di frame sepeda, yang posisinya lebih rendah dari rim sepeda. Kedua lengan ditarik bersamaan melalui kabel pada salah satu sisi lengan.
Jenis rem ini sangat popular karena merupakan pengembangan teknologi pada rim brake. Sangat banyak dipakai pada sepeda gunung sebelum mulai digantikan oleh disc brake. Rem sepeda ini memiliki mekanika yang lebih panjang, sehingga memerlukan tuas rem khusus, tuas rem sepeda balap tidak bisa dipakai untuk jenis rem ini.

Rem Sepeda Rim Brake V-Brake

  • U Brake

Dikenal juga sebagai “990-style”. Berbeda dengan jenis rim brake sebelumnya, dua titik pivot pada U brake juga merupakan titik pemasangannya pada frame atau fork sepeda. Sejak awal, U brake dipakai oleh sepeda balap (road bike) dan sepeda kota (sepeda city). Tetapi juga sudah beralih dipakai pada sepeda gunung, dan menjadi standard pada sepeda BMX.

Rem Sepeda Rim Brake U-Brake

5. Disc Brake

Disc brake adalah rem yang memiliki metal disc atau cakram metal atau rotor yang dipasang dan ikut berputar dengan roda. Kaliper dipasang pada frame atau fork sepeda untuk menjepit disc ketika melakukan pengereman. Tidak seperti rim brake yang menggunakan karet, disc brake menggunakan metal keras atau keramik yang tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh air, lumpur, dan panas, sehingga membuat rem yang lebih konsisten.

Kelebihan disc brake:

  • Kekuatan
    Disc brake mempunya kekuatan yang sangat kuat untuk menghentikan roda, bahkan sering lebih kuat dari yang dibutuhkan. Hal ini memudahkan dalam pengaturan kekuatan pada saat menekan tuas rem, mengurangi kelelahan tangan terutama pada turunan panjang. Kekuatan pengereman disc brake juga bisa dirubah dengan mengganti jenis dan diameter rotor atau disc. Rotor yang lebih besar memberikan kekuatan pengereman yang lebih kuat, cocok untuk sepeda dan pengendara yang lebih berat.
  • Modulation (kontrol)
    Ketika kita menarik tuas rem, hasil pengereman konsisten dengan kekuatan penekanan tuas rem. Hal ini memudahkan kita untuk mengatur rem untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
    Secara tidak langsung disc brake membuat sepeda lebih kencang, karena membutuhkan waktu yang tidak lama untuk mengurangi kecepatan, sehingga kita bisa menghabiskan waktu lebih lama pada kecepatan tinggi sebelum mulai mengurangi kecepatan.
  • Semua medan segala cuaca
    Ketika mengerem dengan rim brake pada kondisi basah, sering terjadi delay, rem tidak langsung berfungsi, karena rem perlu menyingkirkan air dan kotoran sebelum betul-betul menempel pada velg sepeda, apalagi pada rem yang permukaannya licin seperti velg carbon.
    Posisi disc/rotor yang lebih tinggi dari velg dan caliper yang lebih tertutup, serta bahan metal yang lebih kasar, membuat disc brake hamper tidak dipengaruhi oleh cuaca dan medan bersepeda yang berlumpur, pasir, atau debu.

Kekurangan disc brake:

  • Membutuhkan hub rodayang bisa dipasang disc brake, dan membutuhkan frame atau fork yang bisa dipasang caliper. Beberapa hub yang tidak dirancang baik, menggeser posisi roda pada hub sedikit ke kiri untuk menyediakan ruang bagi disc brake. Posisi roda dan jari-jari sepeda yang tidak simetris, membuat kekuatan roda sepeda lebih lemah.
  • Disc lebih cepat panas karena media untuk menyebarkan panas lebih kecil dibandingkan dengan rim brake yang besar. Overheating disc brake, bisa membuat cairan hidrolik memuai bahkan bocor, dan membuat rem tidak berfungsi.
  • Mirip seperti hub brake, pengereman pada disc brake memberikan momentum tekanan pada pusat roda. Sering kita lihat frame yang patah atau roda yang lepas dari dropout sepeda karena pengereman. Disc brake yang kuat, membutuhkan frame dan fork yang lebih kuat juga, serta lebih sering untuk memeriksa quick release atau through axle pada roda masih terpasang dengan kencang.

Jenis disc brake:

  • Mekanikal (kabel)
    Mekanisme pengereman yang menggunakan kabel baja untuk mengaktifkan rem. Harganya yang murah,simple, dan mudah untuk diperbaiki,  tetapi sering menghadapai kendala karena karat atau oksidasi, macet, dan elastisitas yang menurun seiring pemakaian.
  • Hydraulic
    Mekanisme yang sangat efektif, sudah banyak dipakai, dan mungkin dalam beberapa tahun ke depan, semua sepeda akan memakai sistem rem hidrolik. Rem hidrolik tidak menggunakan kabel, tetapi menggunakan cairan mineral oil, DOT fluid, atau minyak rem. Minyak rem dipakai karena meiliki titik didih yang tinggi (di atas 200 Celcius), sehingga mengurangi pemuaian dan kebocoran akibat panas. Rem hidrolik menggunakan hose (selang) yang tertutup dan reservoir (tempat penyimpanan cairan) pada sistem remnya. Ketika rem ditarik, cairan akan ditekan dan hose akan mengalirkan tekanan pada caliper untuk menjepit rotor. Karena minyak rem tidak memiliki elastisitas seperti kabel, dan lebih bersifat padat ketika di dalam kabel, membuat rem ini sangat reponsif dan konsisten. Rem sepeda hidrolik lebih enteng ketika ditekan, dan memberikan pengereman yang lebih kuat.
    Penggantian cairan minyak rem atau “bleed”, memiliki teknik khusus. Pastikan memakai minyak rem yang compatible dengan spesifikasi rem untuk performa yang maksimal. SRAM menganjurkan penggantian minyak rem setiap 6 bulan, sedangkan Shimano menganjurkan penggantian minyak rem ketika minyak rem sudah mulai kehilangan warnanya.
    Pada caliper disc brake, terdapat piston yang dilapis oleh brake pad untuk menjepit rotor. Brakepad dan rotor bisa diganti-ganti sesuai keinginan atau jika sudah mulai aus.

Sumber : sepeda.me

Artikel Terkait