icon-bbm

|

Jenis Jenis Sepeda

Salah satu alat transportasi yang tidak mengandung polusi kendaraan dan ramah lingkungan yakni sepeda. Sepeda sangat praktis untuk kebutuhan transportasi ditengah kemajuan modern saat ini, mengendarai sepeda juga dapat dijadikan salah satu aktivitas olahraga.

Ditengah iklim pemanasan global yang saat ini sedang terjadi, akibat dari polusi lingkungan yang sudah banyak tercemar dan beberapa akibat lainnya, sepeda kini masih terjaga eksistensinya untuk transportasi di dunia, tapi tahukah Anda? Dengan seiring perkembangan zaman sepeda juga sudah memiliki banyak varian, bentuk, dan keberagaman kegunaannya.

Berikut jenis-jenis sepeda yang ada di dunia :

Mountain Terrain Bike / Sepeda gunung

Sepeda gunung merupakan jenis sepeda yang didesain untuk digunakan menyusuri jalanan pegunungan yang terjal. Sepeda ini juga sering dikenal dengan nama Mountain Terrain Bike atau MTB dan memiliki bentuk ban yang bisa mencengkeram tanah maupun batu sehingga cocok dipakai untuk melewati medan yang sulit. Tentu sepeda ini dikhususkan untuk perjalanan berbatuan, tanah basah, dan medan berat lainnya. Sepeda yang pertama kali dikenalkan di Negara Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Biasanya pada ban sepeda MTB memiliki tapak yang lebar agar dapat bertahan semaksimal mungkin di jalan berat dan batang/rangkanya pun umumnya relatif besar serta kuat. Sepeda gunung juga dibagi berdasarkan suspensi dan medan yang dilalui.

Temukan Sepeda Gunung di sini.

Sepeda lipat

Sesuai dengan namanya, sepeda lipat adalah jenis sepeda yang dapat dilipat. Sepeda lipat memiliki engsel pada rangkanya sehingga bisa dilipat menjadi lebih ringkas. Karena itu sepeda lipat bisa dibawa ke dalam angkutan umum, disimpan di apartemen ataupun kantor di mana sepeda biasa dengan ukuran yang besar tidak diizinkan. Sepeda lipat mulai populer di Indonesia sejak maraknya komunitas pekerja bersepeda. Sepeda jenis ini populer di kalangan goweser di mana rute-rute pendek mereka tempuh dengan sepeda, sementara rute jauh tetap menggunakan angkutan umum. Sepeda lipat hanya untuk jalan rata yang beraspal. Karena itu jangan sekali-kali memakai sepeda lipat di medan-medan berat (off-road) atau untuk freestyle. Sepeda lipat dikelompokkan berdasarkan ukuran diameter bannya.

  • Ukuran standar 16 dan 20 inci.
  • Ukuran besar 24 inci.

Temukan Sepeda Lipat di sini.

Sepeda Balap

Sepeda balap yaitu sepeda yang khususkan untuk race atau balapan. Sepeda ini biasanya berbobot sangat ringan daripada jenis-jenis sepeda lainnya. Bagi para goweser mungkin sudah tahu tentang sepeda balap atau road bike. Namun, mungkin ada beberapa teman-teman goweser yang belum tahu jika sepeda balapa tau road bike memiliki jenis-jenis tertentu juga, yaitu Aero, Endurance, dan Lightweight yang akan serbasepeda bahas di artikel selanjutnya.

Temukan Sepeda Balap di sini.

Sepeda Anak

Sepeda khusus untuk usia balita sampai dengan remaja. Dirancang dengan stripping unik yang disesuaikan dengan selera anak-anak. Umumnya dilengkapi dengan fitur keamanan extra seperti penutup rantai, serta dilengkapi roda tambahan untuk si kecil yang baru belajar bersepeda.

Tidak hanya sepeda dewasa yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, sepeda anak pun mempunyai jenis sesuai dengan kebutuhan sang anak. Bukan hanya untuk bermain, sepeda anak juga dirancang untuk membatu kerja motorik anak. Berikut Serbasepeda rangkum jenis sepeda anak sesuai kebutuhan.

  • Sepeda Roda Tiga
  • Sepeda Pushbike
  • Sepeda 12, 16, 18 dan 20 Inci

Temukan Sepeda Anak di sini.

BMX (Bicycle moto cross)

BMX  merupakan kependekan dari Bicycle moto cross. Olahraga ini dimulai pada akhir tahun 1960-an di California, AS, sewaktu olahraga motorcross populer di sana.  Olahraga balapan dengan mesin itu kemudian menjadi inspirasi lahirnya kompetisi versi tenaga manusia.

Dengan demikian anak-anak dan remaja yang memiliki keinginan untuk mengikuti motorcross, dapat memenuhi hasrat mereka terlebih dulu dengan balap sepeda di jalur yang dibangun sendiri.

Balapan BMX menawarkan aksi seru dengan biaya rendah dan dekat dari rumah. Sangat mudah untuk melihat mengapa olahraga itu menjadi hit secara instan. Di California, olahraga ini lebih populer daripada di tempat lain.

Di Indonesia sendiri BMX menjadi olahraga yang populer. Pada Olimpide Rio tahun lalu, Indonesia bahkan mampu mengirim atlet elite putra BMX yang berlomba di nomor BMX SX, yakni Toni Syarifudin.

Cabang Olahraga di dalam BMX:

  • BMX Supercross

BMX Supercross (SX) berlangsung di sebuah sirkuit yang berjarak 350meter. Pada balapan ini, delapan pembalap akan meluncur dari sebuah jalur setinggi delapan meter dan berlomba, melewati jalur yang bergantian, sudut membelok dan bagian datar.

  • BMX Freestyle

Sesuai namanya, genre ini adalah pertanyaan tentang bagiamana sesorang rider mengangkat sepeda dan melompat dengan sepedanya. Hal itu bisa dilakukan di area datar, pada ramp (hambatan) atau di jalan raya. Freestyler yang ditunjuk akan bertemu dalam kontes, yang paling terkenal adalah X-Games. Freestyler akan dinilai berdasarkan aksi mereka (kesulitan, orisinalitas dan gaya). Cabang ini terbagi lagi menjadi 5 anak cabang lain, diantaranya Park, Vert, Flat, Street dan Dirt.

Temukan BMX di sini.

Sepeda Keranjang (City bike)

City bike atau yang sering disebut sepeda mini ini biasa dipakai untuk jarak pendek di atas medan jalan raya atau jalan dalam kompleks perumahan. Umumnya dilengkapi dengan keranjang dan dirancang khusus untuk kaum hawa dengan model rangka menurun.

Temukan Sepeda Keranjang di sini.

Sepeda Listrik

Sepeda listrik  adalah sepeda yang mempunyai motor listrik sebagai alat bantu geraknya. Perbedaan sepeda listrik dengan sepeda motor listrik adalah, sepeda listrik mempunyai pedal seperti sepeda pada umumnya, yang bisa juga digunakan untuk menggerakkan sepeda listrik tersebut. Sepeda listrik menggunakan baterai isi ulang sebagai sumber tenaga motor listrik. Motor listrik membantu untuk mengurangi kelelahan dalam bersepeda, membuat sepeda ini digemari oleh banyak orang, termasuk orang dengan keterbatasan kemampuan fisik dan kaum manula.

Temukan Sepeda Listrik di sini.

Sepeda Hybrid

Sepeda hybrid adalah penggabungan antara sepeda road bike dan MTB (mountain bike). Sepeda hybrid memiliki karakter yang kuat, nyaman dan mampu melaju lebih cepat di aspal dari pada sepeda MTB umumnya.

Perbedaannya dengan road bike biasa adalah penggunaan ban, crank triple, dan rem yang groupset-nya mirip dengan MTB. Jadi, karena memiliki ban 700C x 38C dengan rem v-brake dan crank triple 28/38/48, maka sepeda hybrid juga oke dan nyaman saat digunakan melaju di atas medan yang sulit seperti berkerikil dan tidak rata.

sepeda ini mampu digunakan di jalan beraspal maupun tanah berkerikil. Jadi jika Anda ingin sepeda yang tergolong all-rounder, rasanya sepeda hybrid bisa menjadi pilihan yang tepat.

Temukan Sepeda Hybrid di sini.

Sepeda Touring

Sepeda touring adalah sepeda yang dirancang atau dimodifikasi untuk menangani tur sepeda. Sepeda touring memiliki tapak ban yang lebih lebar dibanding sepeda balap. Hal ini memungkinkan sepeda touring mampu membawa beban lebih berat, dan dikendarai di jalan berbatu. Sebagian besar sepeda touring mampu mengatasi kondisi jalan-jalan tanah, berbatu atau jalan rusak.

Produsen dan desainer sepeda touring tahu betul bahwa pesepeda touring akan banyak menghabiskan waktu yang sangat panjang di atas sadel, karena itu mereka mendesain sepeda yang lebih nyaman untuk punggung, tangan atau lengan dan leher kita. Pada sepeda touring posisi akan lebih tegak dibandingkan posisi saat mengendarai sepeda balap atau sepeda gunung. Sepeda Touring di rancang slim dan ringan dan tangguh untuk melewati jalan berkeriting atau berlubang di sana-sini. Esensi touring adalah kesenangan, olahraga, dan pengalaman.

Temukan Sepeda Touring di sini.

Sepeda Tandem

Sepeda tandem atau kembar adalah bentuk sepeda yang dirancang untuk dikendarai oleh lebih dari satu orang. Istilah tandem mengacu pada pengaturan tempat duduk. Biasanya sepeda ini digunakan saat santai di medan jalan raya.

Temukan Sepeda Tandem di sini.

Fat bike

Fatbike adalah sepeda off-road dengan ban besar, biasanya 3.8 in atau lebih besar dan rims 2.16 in atau lebih luas, dirancang untuk tekanan tanah rendah untuk memungkinkan naik di medan yang lembut dan tidak stabil, seperti salju, pasir, rawa dan lumpur.

Banyak orang mengira fatbike sengaja didesain untuk orang gemuk. Padahal bukan. Fatbike adalah salah satu inovasi dari MTB. Fatbike awalnya muncul di Alaska, Amerika Utara, kawasan yang bersalju.

Telapak ban yang sampai 5 inchi menjadi keunggulan fatbike di medan-medan berat tersebut. Telapak lebar selain menambah keseimbangan, juga memberi traksi yang besar, sehingga sepeda tidak mudah terpeleset.Kompensasinya atas keunggulan fatbike adalah butuh tenaga ekstra dibanding menggunakan MTB pada umumnya, karena kayuhannya jauh lebih berat.

Di Indonesia, fatbike mulai digemari sejak beberapa tahun terakhir. Varian fatbike rigid mendominasi, sedang yang menggunakan suspensi ganda masih sangat terbatas.

Apa yang membuat Fat bike sangat berbeda?

  • Ukuran ban sepeda yang besar 3,8 sampai dengan 5 inch, tujuannya untuk meningkatkan traksi sehingga tidak licin serta menghindarkan ban yang amblas pada saat melewati jalan bersalju.
  • Beberapa Fat bike memakai fork dengan lebar 135mm yang memudahkan kita melepas maupun menukar freewheel pada saat darurat.
  • Volume tekanan udara ban yang bisa diatur pada titik terendah hingga 7 psi untuk meningkatkan daya cengkram ban sepeda terhadap permukaan trek.

Gravel Bike

Sesuai namanya, ini sepeda yang bisa diajak cepat melewati jalanan gravel alias kerikil/tanah. Bentuknya khas road bike, tapi bisa menerima ban lebar hingga 40 mm atau lebih sedikit dan memakai disc brake ala sepeda off-road.

Kategori ini lantas ikut berkembang di Eropa dan negara-negara lain. Karena gravel bike bisa diajak untuk adventure, nyaman dan cepat untuk touring jarak jauh.

Dengan kata lain, gravel bike menjadi sepeda paling all-round. Jika ingin kebut-kebutan, bisa menggunakan ban yang kurus, misalnya 28 mm. Jika ingin melewati jalan berbatu, bisa menggunakan ban 35 mm atau bahkan 42-45 mm, tergantung kemampuan maksimal frame-nya.

CX (Cyclo Cross)

Seperti triathlon, CX merupakan campuran dari beberapa upaya atletik, yaitu bersepeda dan berlari. Namun penekanan yang lebih kuat adalah pada keterampilan mengendarai sepeda. CX dilakukan di sebuah lintasan off-road, namun rider menggunakan sepeda yang mirip dengan road bike – dengan drop bar dan ban berukuran 700c.

Bagian komponen sepeda cyclo cross diproduksi dengan kekuatan yang tentu berbeda dengan road bike. Cyclo cross melintasi jalur yang halus sampai kasar, serta mampu dengan mudah menaklukkan lintasan road bike, tetapi tidak sebaliknya.

Sepeda Cyclo cross ditujukan untuk fungsi bersepeda dengan trek yang multi kondisi. Balap sepeda cyclocross tidak hanya menuntut kecepatan pengendaranya (seperti pengendara road bike dengan trek aspal), namun juga terkait kemampuan teknikal dalam menaklukkan kontur trek off-road (tanah liat, becek, berpasir, dan cadas).

Sepeda Onthel

Sepeda yang juga disebut pit pancal ini memiliki roda berdiameter 28 inci. Material sepeda pun sangat kuat dan tahan lama. Posisi sadel terbilang cukup tinggi dan setang dipasang sejajar dengan sadel. Hal ini mengharuskan pengemudinya duduk tegak. Ciri khas lainnya, rantai sepeda memiliki penutup, sehingga mempercantik tampilan sepeda. Pada bagian roda depan, ada dinamo yang berfungsi menghidupkan lampu. Rem drum melengkapi sepeda yang giginya tak bisa diutak-atik.

Di kawasan Kota Tua, Jakarta, Anda masih bisa menemukan sepeda ontel dengan mudah. Ada yang berfungsi sebagai ojek sepeda, ada pula yang disewakan untuk berkeliling di sekitar Museum Sejarah Jakarta.

Demikianlah artikel tentang jenis-jenis sepeda, semoga dengan artikel ini kita dapat lebih mengenal berbagai jenis sepeda yang ada di dunia. Diharapkan pembaca serbasepeda.com dapat memilih jenis sepeda sesuai dengan keperluan dan fungsinya.

Sumber :

Artikel Terkait