icon-bbm

|

Macam Macam Sepeda Gunung

Sepeda gunung merupakan jenis sepeda yang didesain untuk digunakan menyusuri jalanan pegunungan yang terjal. Sepeda ini juga sering dikenal dengan nama Mountain Terrain Bike atau  MTB, dan memiliki bentuk ban yang bisa mencengkeram tanah maupun batu sehingga cocok dipakai untuk melewati medan yang sulit. Tentu sepeda ini dikhususkan untuk perjalanan berbatuan, tanah basah, dan medan berat lainnya. Sepeda yang pertama kali dikenalkan di Negara Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Biasanya pada ban sepeda MTB memiliki tapak yang lebar agar dapat bertahan semaksimal mungkin di jalan berat dan batang/rangkanya pun umumnya relatif besar serta kuat. Berikut macam macam sepeda gunung, sesuai dengan medan yang dilalui.

1. Sepeda Gunung Cross-Country

Sepeda gunung cross-country, juga disebut sebagai sepeda gunung XC sebenarnya adalah jenis sepeda trail yang lebih ringan. Sepeda gunung yang lebih fokus pada kemudahan mendaki dan kecepatan yang lebih tinggi. Sepeda ini sangat bagus jika kita ingin menjelajah pada area perbukitan dengan cepat, baik untuk menanjak ataupun untuk turunan.

Sepeda gunung cross-country memiliki desain yang efisien dan berat yang ringan. Juga memiliki sudut head tube yang lebih tegak, yang membuat sepeda berbelok lebih cepat dan lebih baik pada jalan menanjak. Efek lainnya, juga membuat lebih sulit untuk mengendalikan sepeda pada turunan tajam. Ingat, sepeda gunung cross-country lebih ideal untuk menanjak dan jalur cepat.

Jika kita ingin meningkatkan kemampuan dan area bersepeda gunung, atau bahkan mempertimbangkan untuk menjadi pembalap, bisa memulai dengan sepeda gunung cross-country.

Polygon Monarch M5

Temukan sepeda Polygon Monarch M5 di sini.

Spesifikasi umumnya: travel suspensi 80–100mm of suspension travel; sudut head tube 70–71°.

  • Travel suspensi adalah panjang maksimum sebuah suspensi dapat bergerak memendek ketika mendapat tekanan.
  • Sudut head tube atau head tube angle adalah sudut atau kemiringan head tube terhadap permukaan jalan.
  • Sepeda dengan sudut head tube lebih tegak memiliki kontrol kemudi yang lebih cepat. Sepeda dengan sudut head tube lebih landai memiliki kontrol kemudi yang lebih lambat.

2. Sepeda Gunung Trail

Sepeda gunung trail mungkin adalah sepeda gunung yang paling umum digunakan di luar sana. Sepeda gunung trail ini tidak terkait dan cocok dengan jenis balap sepeda tertentu, baik untuk bersenang-senang sambil mengeksplorasi alam. Sepeda ini dapat digunakan untuk hampir semua hal. Sepeda trail sangat cocok untuk segala medan mulai dari pendakian dan turunan, atau sekedar memacu otot di jalan offroad.

Rangka sepeda ini memiliki sudut yang lebih landai. Ini membuat pengendara lebih percaya diri pada jalan turunan. Sepeda trail juga memiliki stang yang lebih panjang dan stem yang lebih pendek, sementara ban memiliki alur tapak yang lebih agresif.

Polygon Siskiu T8

Spesifikasi umumnya: travel suspensi 120–140mm; sudut head tube 67–69°.

3. Sepeda Gunung Enduro / All mountain

Sepeda gunung All-Mountain (AM) atau enduro adalah jenis sepeda gunung yang digunakan untuk bersepeda gunung yang lebih serius. Kita bisa menganggapnya sebagai sepeda gunung cross-country yang diberi dopping. Sepeda gunung enduro memiliki rangka yang lebih kuat dan travel suspensi yang lebih panjang. Ini akan membantu ketika kita ada pada jalur yang lebih kasar, lebih rumit, dan lebih teknis.

Pada saat yang sama, sepeda gunung enduro masih ringan dan lincah untuk bermanuver dan menanjak dengan cepat. Sepeda ini sangat cocok jika kita bersepeda di daerah pegunungan, dengan banyak turunan cepat. Karena sepeda gunung ini banyak digunakan pada jalur cepat dan teknis, biasanya memiliki perangkat khusus yang mencegah rantai tidak jatuh, dan jumlah sprocket (gear belakang) yang lebih banyak. Beli sepeda gunung jenis ini jika kamu sudah serius tentang bersepeda gunung.

Spesifikasi umumnya: travel suspensi 140–170mm; sudut head tube  65–68°.

Polygon Siskiu N9

4. Sepeda Gunung Gravity / Downhill

Seperti namanya, sepeda gunung downhill dirancang untuk naik, dan menuruni bukit dengan bantuan dorongan dari gravitasi. Bukan sekedar untuk turunan yang lurus dan mulus, tetapi turunan yang bergelombang, berliku, dan penuh tantangan teknis. Satu-satunya tujuannya adalah untuk memungkinkan pesepeda meluncur di jalur curam dan teknis secepat dan seefisien mungkin. Biasanya sepeda ini menggunakan suspensi dengan travel yang panjang, baik suspensi depan dan belakang, dioptimalkan untuk traksi, penyokong, dan penyerapan goncangan.

Sepeda gunung downhill memiliki bentuk yang besar dan mempunyai struktur yang sangat tangguh, tidak fokus untuk menjadi yang paling ringan. Frame sepeda memiliki head tube yang lebih kecil, yang memberi lebih banyak kontrol pada kecepatan tinggi. Untuk ban sendiri, biasanya lebih lebar dari sepeda gunung trail, didukung dengan rim yang lebih lebar juga. Sepeda downhill biasanya diatur untuk posisi duduk yang lebih rendah.

Rem cakram menjadi standar, sementara pelindung rantai/chain guard perlu untuk menjaga rantai di tempatnya karena sering terhentak dengan kasar pada jalan bergelombang. Sepeda downhill mungkin tidak memiliki pedal clip-in, karena banyak pesepeda downhill lebih memilih kaki yang bebas, sehingga memungkinkan mereka untuk turun dari sepeda kalau ada masalah.

Gear juga bukan masalah besar bagi sepeda ini, karena laju sepeda dibantu oleh gravitasi, sehingga banyak pembalap pro DH yang memakai 7 speed, dengan single chainring.
Pertimbangkan untuk membeli sepeda gunung downhill yang sangat terspesialisasi ini, jika kamu suka menuruni bukit dan juga melakukan lompatan tinggi, dan juga seorang adrenaline junkies. Perlu diingat bahwa bobot sepeda ini berat dan tidak cocok untuk jalanan mendaki yang panjang. Kemungkinan besar kita harus mendorongnya ke atas bukit yang memiliki tanjalan curam.

Sepeda gunung downhill adalah sepeda gunung yang paling mahal diantara jenis sepeda gunung lainnya. Karena memiliki 2 buah suspensi dengan travel yang panjang, serta tambahan komponen yang lebih kuat dan berkualitas agar tahan ketika terbanting-banting saat menuruni bukit.

Spesifikasi umumnya: travel suspensi 170–200+mm; sudut head tube 63–65°.

Polygon Collosus DH9

5. Sepeda Gunung Dirt Jump

Sepeda gunung DJ (Dirt Jump) adalah sepeda campuran antara sepeda BMX dengan sepeda gunung, kadang disebut juga sebagai urban atau sepeda gunung street. Kalau sepeda BMX DJ lebih banyak dipakai pada jalan, taman, atau trek khusus untuk atraksi. Sepeda gunung DJ lebih cocok dipakai untuk atraksi atau lompatan-lompatan di tanah, batu, atau medan off road, atau memang ramp atraksi buatan yang terbuat dari tanah.

Rangka sepeda mirip dengan sepeda BMX, memiliki batang tube yang lurus, sederhana, dan mendongak ke depan. Posisi dudukan biasanya lebih rendah dari handlebar, untuk memudahkan mengangkat sepeda pada saat melakukan lompatan dan atraksi di udara. Biasanya hanya memiliki suspensi depan, sangat jarang yang memakai model full suspension. Suspensi sepeda gunung DJ memiliki tekanan yang sedikit lebih keras, agar suspensi tidak kandas/mentok pada saat mendarat setelah melakukan lompatan.

Tidak jarang sepeda ini tanpa rem depan, untuk memudahkan trik yang perlu memutar stang depan sepeda. Single chainring lebih disukai (seperti pada sepeda BMX), selain lebih mudah untuk mengganti gigi, lebih mudah juga untuk dirawat. Ukuran ban biasanya mempunyai lebar 2.1-2.3 inci, dengan pola tapak yang memiliki sedikit knob agar ban sepeda lebih cepat berputar.

Polygon Trid

6. Sepeda gunung Freeride

Sepeda gunung freeride adalah kombinasi bersepeda gunung downhill dan dirt jump, berfokus pada seni bersepeda gunung dan trik. Sepeda gunung jenis ini memanfaatkan medan alami dan struktur-struktur khusus yang dibangun di jalan setapak, seperti tangga, tembok, dan balok.

Berat sepeda gunung freeride lebih ringan daripada sepeda gunung downhill, rangka juga lebih simple dan kompak, sehingga lebih mudah bermanuver. Biasanya hanya menggunakan suspensi depan dan belakang seperti sepeda downhill, dengan panjang travel 160-180mm.

Polygon Collosus FR 1.0

Nah itulah sekilas mengenai jenis – jenis sepeda MTB atau sepeda Gunung yang umum ditemui di sekitar kita. Semoga artikel ini membantu sobat untuk memilih sepeda mana yang cocok untuk keseharian dan kegiatan berolahragamu. Selamat bersepeda!

Sumber : https://www.sepeda.me/

Artikel Terkait