icon-bbm

|

Mengenal Frame Sepeda Alloy

Di dunia persepedaan, alloy merupakan material yang sangat populer dan dikenal oleh para pecinta sepeda. Selain karena tahan karat, material alloy mudah dibentuk untuk memberikan bentuk frame/komponen yang lebih menarik dibandingkan pendahulunya, yaitu steel. Secara biaya produksi, alloy membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan carbon, sehingga menjadikan sepeda yang relatif ringan dan terjangkau.

Apa itu Alloy?

Alloy adalah singkatan untuk Aluminium Alloy, yang merupakan campuran antara Aluminium (bahan utama) dan campuran material lain. Pencampuran material ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan terhadap karat, stiffness/kekakuan, memperingan bobot dan mempermurah biaya produksi. Material yang biasa digunakan untuk membuat Campuran Aluminium, diantaranya Magnesium, Titanium, Tembaga, Chromium, Zinc, Manganese dan Silicone, namun biasanya material tersebut tidak lebih dari 10% dari total campuran. Uniknya tiap produsen, khususnya produsen luar negri, banyak sekali klasifikasi dan penomeran alloy. Tiap brand punya claim tersendiri terhadap campuran alloy yang digunakan, seperti Specialized menggunakan istilah alloy M5 dan trek menggunakan istilah Alpha Platinum Aluminum, dll.

Jenis-jenis Alloy

Berikut ini adalah tabel series alloy secara umum dan material yang digunakan dalam campurannya :

Alloy Series

Principal Alloying Element

1xxx

99.000% Minimum Aluminum

2xxx

Copper

3xxx

Manganese

4xxx

Silicon

5xxx

Magnesium

6xxx

Magnesium and Silicon

7xxx

Zinc

8xxx

Other Elements

Sumber :
http://www.alcotec.com/us/en/education/knowledge/techknowledge/understanding-the-alloys-of-aluminum.cfm

Pada sepeda, material yang paling umum digunakan adalah seri 6xxx dan 7xxx. Untuk klasfikikasi lain yang di claim berbagai merk, tiap produsen memiliki resep campuran sendiri, yang membuat bobot, kualitas dan karakter yang berbeda-beda. 

Seri 6XXX

Alloy Seri 6XXX (contohnya 6061) memiliki kekuatan tarik / tensile strength tertinggi 18 hingga 58 ksi. Alloy seri 6xxx mengunakan magnesium dan silikon sebagai campuran dalam aluminium (penambahan magnesium dan silikon sekitar 1,0%). Alloy 6xxx memiliki peruntukan yang luas untuk berbagai industri, barang teknik dan komponen struktural. Penambahan magnesium dan silikon ke aluminium menghasilkan senyawa magnesium-silisida, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan.

Seri 7XXX

Alloy Seri 7XXX (contohnya 7005) memiliki kekuatan tarik / tensile strength dari 32 hingga 88 ksi. Alloy Seri 7xxx ini menggunakan zinc / seng sebagai campuran aluminium (penambahan seng mulai dari 0,8 hingga 12,0%). Alloy seri 7XXX biasanya digunakan untuk industri pesawat terbang dan peralatan olahraga yang relatif mahal. Jika dibandingkan memang Alloy seri 7XXX lebih unggul dari segi kekuatan dan bobot, namun membutuhkan biaya dan teknik yang tinggi dalam pembuatannya. Hal ini yang menjadikan alloy seri 7XXX lebih jarang dijumpai dibanding seri 6XXX.

Kelebihan

Berikut ini adalah kelebihan utama dari frame berbahan alloy, diantaranya :

  1. Harga yang lebih murah dengan bobot yang bersaing diantara material lain.
  2. Material yang tahan karat sehingga mudah dalam perawatan dan penyimpanan
  3. Memiliki bentuk yang lebih menarik dibanding Steel / Chromoly

Kelemahan

Berikut ini adalah kekurangan utama dari frame berbahan alloy, diantaranya :

  • Alloy tidak meredam getaran seperti halnya material lain.
  • Alloy memiliki umur yang lebih pendek dibanding Steel atau titanium. Seiring berjalannya waktu material alloy akan mengalami “Fatigue” atau dalam bahasa indonesia disebut keletihan. Biasanya umur efektif frame alloy sekitar 4-6 tahun, setelah itu kekuatan akan terus menurun.
  • Jika terjadi kerusakan, perbaikan alloy tidaklah mudah, dan membutuhkan teknik dan alat yang rumit.

Alloy dapat berkarat?

Aluminium alloy memang tahan terhadap karat karena adanya proses pembetukan lapisan tipis Aluminium Oksida kuat yang melindungi aluminium dari oksigen yang menyebabkan oksidasi. Dalam ilmu kimia fenomena ini disebut pasivasi. Terlebih lagi, pada frame sepeda, terdapat lapisan pelindung tambahan berupa cat / coating dan juga Annodize. Namun dengan resistensi yang kuat terhadap karat, tidak membuat aluminium “kebal” terhadap karat. Menurut totalmateria.com dengan artikel yang berjudul “Corrosion of Aluminum and Its Alloys: Forms of Corrosion”, setidaknya ada 12 jenis karat / korosi pada Aluminium.

Gambar terkait

Secara singkat penyebab utama korosi / karat pada aluminium dapat disebabkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Terkontaminasi material dengan Ph (tingkat keasaman) yang terlalu tinggi / terlalu rendah, Ph yang tinggi dan rendah mengakibatkan lapisan aluminium oksida menjadi tidak stabil dan kurang dapat melindungi seperti yang seharusnya.
  • Adanya kontak dengan material logam lain yang bisa berkarat. Seperti baut yang berkarat pada frame
  • Tepaparnya Aluminium dengan udara / air laut.
  • Adanya kerusakan permukaan yang tidak diatasi sehingga hilangnya perlundungan terhadap karat.
  • Hilangnya efek aluminium oksida karena termakan usia.

Nah, mudah-mudahan dari pembahasan singkat diatas, setidaknya kita bisa tahu, mengapa aluminium sering dijumpai dalam industri sepeda, juga kekurangan dan kelebihannya. Untuk sobatSS yang ingin mengetahui Harga sepeda 2020 dapat melihat di link kami dan terakhir untuk frame alloy, jangan lupa untuk juga memperhatikan sepedanya ya, sebab alloy juga tidak 100% kebal terhadap karat.

Artikel Terkait