icon-bbm

|

Mengenal Groupset Shimano Pada Roadbike

Groupset merupakan bagian yang berperan dalam mengatur laju sepeda. Menambah kecepatan, mengatur enteng-beratnya kayuhan, serta menghentikan laju sepeda. Jadi bagian-bagian di dalamnya banyak sekali. Mulai dari shifter, tuas rem, rear derailleur (RD), front derailleur (FD), bottom bracket (BB), crank, sprocket, rantai, dan rem. Pada sepeda balap (roadbike), shifter dan tuas rem menyatu yang disebut dengan brifter.

Bicara groupset, tentu ingatan sobat akan teringat pada nama Shimano. Ya, nama besar Shimano memang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Selain di sepeda gunung (MTB), Shimano pun bermain di sepeda jalan raya (RB).

Nah, pada artikel kali ini kita akan mencoba mengenal kelas groupset Shimano di roadbike.

1. Shimano Claris

Pada tingkatan yang pertama, Shimano mengeluarkan seri Claris. Seri ini dikeluarkan oleh Shimano untuk menyasar pasar entry level. Oleh karena itu, harga groupset Shimano ini juga dibanderol cukup terjangkau.

Groupset roadbike Shimano Claris ini dibekali dengan 8 opsi kecepatan pada rear derailleur. Sedangkan untuk chainring pada crank, ada 2 versi yaitu versi double chainring dan juga triple chainring. Sehingga jumlah kombinasi gigi yang dapat dilakukan adalah 2×8 speed (versi double chainring) dan juga 3×8 speed untuk triple chainring.

Meski murah, tapi jangan sepelekan performanya. Bisa dibilang jawara di rentang harganya. Keterbatasannya gir belakang hanya bisa menalangi sampai 8 kecepatan. Sementara gir depan ada 3 pilihan mata Gir 50, 39 dan 30.

Shimano Claris

2. Shimano Sora

Tingkatan berikutnya pada lini groupset roadbike Shimano adalah Shimano Sora. Beberapa tahun yang lalu, seri ini merupakan seri terbawah dari groupset sepeda balap buatan Shimano. Namun, dengan diluncurkannya Shimano Claris, saat ini Sora menjadi nomor 2.

Seperti halnya Shimano Claris, Sora juga masih diperuntukkan bagi sepeda entry level. Namun yang membedakan dari Claris adalah, Sora sudah menggunakan 9 speed pada gigi belakang. Oleh karena itu, pengendara dapat lebih leluasa memilih kombinasi gear yang sesuai. Jumlah gear yang tersedia adalah 2×9 dan 3×9 speed.

Shimano-Sora

3. Shimano Tiagra

Berikutnya ada groupset Shimano Tiagra. Groupset sepeda balap ini diperuntukkan bagi pesepeda pemula yang sudah menjurus ke arah serius. Desain groupset Tiagra ini sendiri sudah mengadopsi teknologi yang digunakan oleh seri Dura Ace yang merupakan top levelnya groupset roadbike Shimano. Tiagra dikenal dari kenyamanannya. Desainnya cukup manis dengan crankset 4 palang-nya. Bisa mengakomodir 10 kecepatan dan sproket 34 mata gigi.

Groupset Shimano Tiagra sudah dibekali dengan 10 percepatan pada gear belakangnya sehingga kombinasi gear yang tersedia adalah 2×10 speed dan 3×10 speed. Selain itu, pada seri Tiagra ini sudah mengadopsi sistem rem cakram mekanik.

Shimano-Tiagra

4. Shimano 105

Salah satu Shimano favorit dengan pilihan 11 kecepatan dan sproket 32 gigi, yaitu Shimano 105. Shimano 105 terkenal juga dengan raja tanjakan. Seri Shimano 105 ini diperuntukkan untuk pesepeda yang serius walaupun bukan untuk kompetisi. Dapat dikatakan bahwa seri 105 ini merupakan jembatan ke seri di atasnya yaitu Ultegra. Ada juga yang menganggap bahwa seri 105 ini adalah versi murahnya Ultegra. Ya, karena sepintas memang groupset 105 dan juga Ultegra cukup mirip.

Selain tampilan, speknya juga mirip dengan Ultegra. 105 sudah dibekali dengan gear belakang yang berjumlah 11. Hal ini memungkinkan kombinasi gear yang dapat dipergunakan adalah 2×11 speed dan juga 3×11 speed. Tidak heran jika banyak pesepeda yang mengkombinasikan groupset Ultegra dengan 105 ini. Hal ini tentunya untuk menghemat budget tanpa harus mengorbankan performa.

Secara tampilan, 105 cukup eksklusif dengan pengereman mengandalkan brake shoe. Dari segi harga, inilah groupset paling affordable untuk balapan.

Shimano 105

5. Shimano Ultrega

Ingin bersepeda lebih serius namun budget terbatas? Jika iya, Shimano Ultegra merupakan salah satu pilihan yang tepat. Yak, seri Ultegra ini merupakan seri yang diperuntukkan untuk pesepeda jalan raya serius hingga profesional / atlet.

Seri ini tentunya sudah mengadopsi teknologi yang dipergunakan oleh Dura Ace. Yang mungkin membedakan adalah bahan dan bobot groupset saja. Tidak heran jika pembalap sepeda profesional banyak yang menggunakan seri ini pada sepeda mereka. Selain karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan Dura Ace, performanya sudah mantab. Perpindahan gigi presisi dan daya tahan yang baik menjadi salah satu pertimbangan dipilihnya groupset ini.

Selain itu, seri groupset Shimano Ultegra ada 2 versi. Versi yang pertama adalah versi mekanik yang diberi kode R8000 (saat tulisan ini dibuat). Tipe ini merupakan tipe konvensional dimana perpindahan gigi terjadi karena RD ditarik oleh shifter dengan perantara kawat / kabel. Sedangkan versi yang kedua adalah versi elektrik atau yang dikenal dengan Di2.

Shimano-Ultrega

6. Pro-level: Shimano Dura-Ace

Nah, inilah kasta tertinggi groupset road bike Shimano. Groupset ini menggunakan teknologi tertinggi dari Shimano. Seri Dura Ace dirancang untuk meminimalisir tenaga yang terbuang. Pengendara tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih saat bersepeda dengan laju yang cepat, jadi pengendara dapat menghemat tenaga.

Groupset Shimano Dura Ace banyak digunakan oleh pembalap sepeda profesional. Mulai dari pembalap nasional kita hingga pembalap internasional.

Sebagai kasta tertinggi groupset sepeda balap Shimano, Dura Ace memiliki keunggulan yang tidak dimiliki grupset dibawahnya. Keunggulan ini mulai dari bobot yang ringan, perpindahan gigi yang presisi, serta daya tahan yang sangat baik.

Seperti halnya Ultegra, Dura Ace juga memiliki 2 versi groupset. Versi tersebut yaitu versi mekanik dan juga versi elektrik / Di2.

Shimano Dura-Ace

7. Shimano Di2: pengereman dan pemindahan gigi secara elektronis

Inilah pilihan grupset canggih dengan basis Ultegra dan Dura-Ace dengan pemindahan gigi (shifting) dioperasikan secara elektronis sebagai alternatif terhadap kabel mekanis.

Saat mencoba Shimano Ultegra Di2, sangat terasa perbedaan antara electronic control dengan sistem mekanis menggunakan tarikan kabel shifter. Tak perlu tenaga berlebih untuk memindahkan gigi RD (rear derailleur) dan terutama FD (front derailleur). Benar-benar semudah menjentikkan jari, atau bagi yang terbiasa menggunakan komputer, semudah mengklik mouse. Perpindahan gigi RD pun presisi, cepat dan halus, tak terdengar suara rantai yang menggerakkan RD. Sementara itu perpindahan FD menjadi menyenangkan karena kelembutannya dan sedikit terdengar bunyi motor elektronik menggerakkan FD. Rasanya bila menggunakan Shimano Ultegra Di2, pedalis akan sering-sering melakukan perpindahan FD.

Hal lain yang menarik dari Shimano Ultegra Di2 adalah harganya jauh lebih murah dari Shimano Dura-Ace Di2. Walau lebih murah, performa perpindahan gigi tidak kalah dengan Dura-Ace Di2. Jadi apa bedanya dengan Dura-Ace? Material pembuat group setlah yang membedakannya dan membuat Shimano Ultegra Di2 lebih berat dibandingkan Shimano Dura-Ace Di2. Bagi pedalis pecinta bobot ringan, mungkin hal itu akan sedikit mempengaruhi penilaian. Tapi tak usah khawatir, bila dibandingkan dengan kasta group set road bike dibawahnya, Shimano Ultegra Di2 masih lebih ringan.

Sumber ; 

Artikel Terkait