icon-bbm

|

Perbedaan Rem Mekanik dengan Rem Hidrolik MTB

Sistem pengereman pada sepeda MTB merupakan elemen yang penting. Mulai dari perawatan hingga pemilihan jenis brake untuk sepeda kesayangan adalah sesuatu yang harus Anda tahu dan peduli. Selain demi kenyamanan, mengerti tentang brake juga berguna untuk keselamatan. Jika sudah selamat dan nyaman, dijamin aktivitas bersepeda akan terasa menyenangkan!

Bagi pegiat MTB, pasti kenal dengan yang namanya disc brake, sebutan lainnya rem cakram. Selain rem cakram, ada juga jenis rem lain yaitu jenis V-brake dan U-brake. Tapi kali ini Serbasepeda akan membahas tentang disc brake. Ada dua macam jenis disc brake MTB, yaitu jenis mekanik dan hidrolik. Dan Serbasepeda akan kupas sedikit tentang brake agar tahu perbedaan rem mekanik dengan rem hidrolik MTB.

Prinsip Kerja

Secara garis besar kedua jenis rem ini sama-sama membuat ban berhenti berputar saat tuasnya ditarik karena padnya menjepit rotor. Meskipun secara kasat mata sama saja, Anda pasti akan langsung tahu ketika memperhatikan bagian kaliper dan brake levernya.

 

1

Kaliper dan Brake Lever Disc Brake Mekanik

2

Kaliper dan Brake Lever Disc Brake Hidrolik

 

Kabel disc brake mekanik berisi kawat inner cable yang berguna untuk menggerakkan piston dengan cara menarik, sedangkan disc brake hidrolik menggunakan oli untuk menggerakkan piston dengan cara mendorong. Jelas keduanya berbeda. Rem mekanik bekerja dengan memanfaatkan tegangan kawat yang ditarik oleh gerakan tangan pada brake lever. Sedangkan rem hidrolik bekerja dengan memanfaatkan tekanan minyak yang tertekan oleh brake lever.

Keuntungan rem mekanik

Secara kenyamanan, rem hidrolik memang lebih nyaman dibanding rem mekanik. Karena tenaga yang dikeluarkan untuk menarik brake lever hanya butuh sedikit, akibat prinsip kerjanya yang memanfaatkan tekanan fluida sehingga bisa mengerem cukup menggunakan 2 jari saja. Sedangkan rem mekanik butuh tenaga lebih karena prinsip kerjanya yang masih manual.

Tapi tenang saja, bukan berarti rem mekanik itu tidak bagus. Jika hanya bersepeda ringan atau XC, rem mekanik sudah cukup. Namun, jika melewati turunan panjang pasti merasakan tangan yang bekerja “ekstra” untuk mengerem.

Perawatan

Dalam hal perawatan, rem mekanik lebih gampang dan simpel dibandingkan rem hidrolik. Jika bermasalah atau rusak pun biaya perbaikannya murah dan mudah. Sedangkan rem hidrolik lumayan rumit, seperti misalnya jumlah volume minyak yang berkurang atau adanya kebocoran. Alat dan bahan yang dibutuhkan juga lebih banyak dibandingkan dengan rem mekanik yang hanya butuh 1 hingga 2 kunci L.

Keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cukup disesuaikan saja dengan kesanggupan perawatan dan kebutuhan bersepeda. Untuk penyuka gowes teknikal, rem hidrolik lebih cocok. Namun untuk Anda yang tidak mau ambil pusing, pastinya rem mekanik jadi pilihan tepat.

Sumber :  http://info.abetsbike.com/

Artikel Terkait